ums.ac.id, PABELAN – Ujian akademik semata tidak lagi cukup. Memahami kebutuhan validasi kompetensi di tengah persaingan global yang semakin ketat, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan Sosialisasi masif mengenai urgensi dan manfaat Sertifikasi Profesi bagi mahasiswa dan lulusan.
Acara yang dipusatkan di Ruang Seminar Pascasarjana UMS Lantai 5 pada pukul 09.00 – 12.00 WIB ini secara khusus mengundang perwakilan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) seluruh UMS. Mereka diharapkan menjadi duta informasi yang mendorong kesadaran pentingnya keahlian tersertifikasi di kalangan mahasiswa.
Validasi Kompetensi di Tengah Gelombang Global – Direktur LSP UMS, Prof. Dr. Zulfikar, S.E., M.Si, dalam sambutannya membuka wawasan kritis mengenai kondisi pasar kerja saat ini.
“Ijazah adalah tanda Anda pernah belajar. Sertifikat profesi adalah bukti Anda mampu bekerja. Di era borderless saat ini, pemberi kerja tidak hanya mencari kandidat yang ‘tahu’, tetapi yang terbukti ‘bisa’. Sertifikasi profesi adalah mata uang global yang memvalidasi keahlian Anda secara independen dan terstandar,” tegas Prof. Zulfikar.
Beliau juga menekankan bahwa sertifikasi bukan hanya soal mencari kerja, melainkan alat untuk memetakan diri terhadap standar kompetensi nasional (SKKNI) atau internasional yang relevan, menjadikannya kunci utama dalam professional adaptability.
Mekanisme Strategis dan Langkah Nyata – Sesi dilanjutkan dengan pemaparan teknis dan strategis dari Yanuar Ikhtiarso, S.S., M.I.Kom, Manajer Sertifikasi dan Standarisasi LSP UMS. Yanuar menjelaskan secara detail tahapan yang harus dilalui mahasiswa untuk memperoleh sertifikasi, serta bidang-bidang kompetensi strategis yang telah diakomodasi oleh LSP UMS.
“Fokus kami adalah mempermudah akses mahasiswa ke sertifikasi yang memiliki relevansi tinggi dengan kebutuhan industri 4.0. Kami menyadari bahwa waktu adalah krusial. Oleh karena itu, kolaborasi erat dengan HMP menjadi penting agar informasi ini cepat tersebar dan menjadi gerakan kolektif untuk menyiapkan lulusan yang siap tempur,” jelas Yanuar.
Gerakan HMP: Dari Aktor Akademik Menjadi Agen Kompetensi – Pemilihan perwakilan HMP sebagai peserta utama menunjukkan pendekatan strategis UMS. Dengan melibatkan pimpinan organisasi mahasiswa, UMS tidak hanya menyalurkan informasi, tetapi juga menanamkan budaya professional excellence sejak dini. Diharapkan, setiap HMP akan mengintegrasikan agenda peningkatan kompetensi tersertifikasi dalam program kerjanya, menjadikan lulusan UMS memiliki keunggulan komparatif yang terverifikasi.


